Senin, 24 Januari 2022

Tentang KamiRedaksiKontak Kami
Jurnalistika
Jurnalistika

HUT Tangsel Ke 13, Fraksi Mahasiswa Tangerang Selatan Evaluasi Pemkot Dengan Pancatura

  • Firman Sy

    26 Nov 2021, 11:46 WIB

    Bagikan:

<p>Foto: Fraksi Mahasiswa Tangerang Selatan melakukan aksi demonstrasi di depan Puspemkot Tangsel, Jumat (26/11/21) Jurnalistika/Firman</p>

Foto: Fraksi Mahasiswa Tangerang Selatan melakukan aksi demonstrasi di depan Puspemkot Tangsel, Jumat (26/11/21) Jurnalistika/Firman

Jurnalistika.id – Fraksi Mahasiswa Tangerang Selatan yang menggelar aksi hari ini menyatakan pemerintah kota Tangerang selatan (Pemkot Tangsel) telah gagal dalam mengemban amanah masyarakat. Mereka ingin pada momentun HUT Kota Tangsel ke 13, Pemkot mengevaluasi berbagai kebijakan dan memperbaiki kinerja.

Kota Tangerang Selatan menginjak usia ke 13 tahun hari ini, Jumat 26 November 2021. Fraksi Mahasiswa Tangerang Selatan menggelar refleksi Hut Kota Tangsel ke 13 di depan kantor pusat pemerintah kota Tangsel. Mereka menyampaikan Pancatura atau lima tuntutan rakyat.

Bima Rizki, Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Tangsel mengungkapkan bahwa salah satu point evaluasi yang menjadi sorotan mahasiswa adalah keberadaan BUMD milik Kota Tangsel, PT PITS.

Kendati Walikota Tangsel, Benyamin Davnie telah membentuk Tim untuk mengaudit PT PITS dan membuka seleksi calon Komisaris baru, Bima menegaskan, tuntutan dan evaluasi dari mahasiswa adalah mengganti seluruh direksi PT PITS.

“Kami meminta komisaris dan direksi PT PITS segera direshuffle, bentuk tim Karateker independen, dan lengkapi Perdanya supaya DPRD dapat optimal melakukan fungsi pengawasan anggarannya,” Kata Bima kepada Jurnalistika.id, Jumat (26/11/21).

Bima menilai, aturan yang membatasi fungsi dan wewenang DPRD untuk mengawasi kinerja PT PITS sangat aneh dan janggal.

“Padahal secara aturan perundang-undangan, salah satu fungsi dari DPRD adalah melakukan pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah kota, ketika memang di Perda itu tidak diatur, artinya Perda itu batal demi hukum, karena Perda tersebut bertentangan dengan hukum di atasnya,” jelas Bima.

Fraksi Mahasiswa Kota Tangsel menggelar demonstrasi hari ini bertepatan dengan momentum HUT Kota Tangsel ke 13, Diki Subagja, Koordinator lapangan mengatakan, empat organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Fraksi Mahasiswa di antaranya, SEMMI Cabang Tangsel, SEMMI Komisariat Tjokroaminoto, HMI Komnivpam dan Paguyuban Mahasiswa Rantau Sunda (PMRS).

Aksi damai yang dilakukan mahasiswa itu dikawal aparat gabungan dari Polresta Tangsel, Satpol PP hingga TNI, Setelah hampir dua jam melakukan orasi, Pancatura atau lima tuntutan rakyat yang menjadi tuntutan mahasiswa akhirnya diterima oleh Asda 3 Kota Tangsel, Pak Sukanta. dan Asda 2, Pak Dandi.

Sukanta mengatakan, evaluasi dari mahasiswa nantinya akan disampaikan kepada Walikota Tangsel, Benyamin Davnie yang saat itu berhalangan hadir untuk menemui mahasiswa.

Berikut 5 tuntutan Fraksi Mahasiswa Tangerang Selatan untuk evaluasi Pemkot Tangsel pada momentum HUT Kota Tangsel Ke 13

  1. Meminta Walikota untuk mengaudit keuangan dan segera merombak jajaran struktural BUMD (PT.PITS) yang merugikan masyarakat Kota Tangerang Selatan.
  2. DPRD Kota Tangerang Setatan segera mengesahkan Raperda tentang Corporate Social Responsibility (CSR).
  3. Pemerintah kota tangerang selatan segera membayarkan biaya ganti rugi bagi pemukiman terdampak di sekitar TPA Cipeucang.
  4. Meminta pemerintah Kota Tangerang Selatan segera mengoprasikan Trans anggrek yang terbengkalai di dinas perhubungan.
  5. Meminta Pemerintah kota Tangerang Selatan melibatkan mahasiswa dan pemuda dalam melestarikan ragam kebudayaan di kota Tangerang Selatan.

Baca Juga:

Benyamin davnie

Kota Tangerang Selatan

Pemkot tangsel

tangsel


Rekomendasi

Populer

Mencermati Komitmen Pemerintah Menjawab Tantangan Fiskal 2022