Rabu, 17 Agustus 2022

Tentang KamiRedaksiKontak Kami
Jurnalistika

Golkar Jabar Minta Organisasi Sayap Keluar dari KNPI Haris Pertama

  • Firmansyah

    28 Jul 2022, 20:05 WIB

    Bagikan:

image

Sekretaris Umum DPD Partai Golkar Jabar MQ Iswara saat konpers merespon pernyataan Haris Pertama. (Tangkap Layar: jurnalistika.id)

jurnalistika.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) meminta seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) yang berafiliasi kepada Partai Golkar agar keluar dari kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama.

Hal tersebut sebagai buntut dari pernyataan Haris Pertama dalam sebuah video yang beredar. Dalam video itu Haris dengan lantang akan melakukan ‘serangan balik’ kepada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Saya ingatkan kepada pemecah belah KNPI calon presiden odong-odong untuk siap-siap menerima serangan balik. Serangan balik atau serangan umum Bang? Serangan umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk Menko Perekonomian Indonesia. Salam Pemuda Indonesia bahwa perlawanan terhadap Airlangga Hartarto akan kita lawan mulai hari ini,” kata Haris dalam video itu.

Meski Sekretaris Umum DPD Partai Golkar Jabar MQ Iswara mengaku tidak mengetahui maksud dari pernyataan ‘serangan balik’ Haris Pertama kepada Airlangga Hartarto itu. Namun, menurutnya, apa yang oleh Haris Pertama ucapkan itu sudah melampaui batas.

Selain itu, Iswara mengatakan bahwa pernyataan Haris yang disampaikan di Titik Nol Yogyakarta itu akan pihaknya bawa ke jalur hukum.

“Saya kira publik bisa menilai apa yang disampaikan oleh Ketum KNPI Haris Pertama sudah melampaui batas. “DPP Partai Golkar telah menugaskan melalui bidang ormas untuk menindaklanjuti kepada pihak yang berwajib, tentang kemungkinan adanya unsur ancaman dan perbuatan tidak menyenangkan,” pungkasnya.” tegasnya.

KNPI Sebut Kritik Haris ke Menteri Bukan ke Ketum Partai

Sementara itu, melansir tribunnnews.com, Ketua Bidang DPP KNPI, Andi Surahman Batara menyampaikan pernyataan Haris Pertama adalah bentuk kritik seorang anak bangsa terhadap kinerja menteri selaku pembantu presiden. Kritik itu bukan untuk individu ketum Partai Golkar.

“Saya kira ini kritik seorang anak bangsa terhadap kinerja menteri bukan sebagai ketua umum Partai Golkar. Sepengetahuan kami Haris Pertama juga masih anggota Golkar,” kata Andi, Rabu.

Meski ia menyesalkan respons reaktif kader Golkar yang mengimbau afiliasi organisasi kepemudaan partai untuk tak lagi berhimpun di KNPI. Menurutnya, persoalan keluar dari keberhimpunan merupakan hak. Ia menyebut tak ada paksaan bagi siapapun untuk berhimpun.

“Itu sangat reaktif juga ya. Tapi kalau mau keluar ya silakan saja itu haknya. Tidak ada paksaan untuk berhimpun,” terang Andi.

Andi juga mempersilakan jika pihak yang merasa dirugikan dengan pernyataan Haris Pertama untuk menempuh jalur hukum. Ia menyebut Haris Pertama siap menghadapinya.

“Jika pernyataan Haris Pertama itu dianggap melanggar hukum. Silakan pak Airlangga Hartarto menempuh jalur hukum. Ketum kami siap hadapi,” tegas dia.

Baca juga: Sopir Odong-odong Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Serang

Dapatkan berita pilihan jurnalistika.id setiap hari langsung ke ponsel di Grup Telegram “Sahabat Jurnalistika”. Mari bergabung dengan cara Klik link ini, kemudian join.

Golkar Jabar

Haris Pertama

KNPI

Komite Nasional Pemuda Indonesia

Partai Golkar