Rabu, 17 Agustus 2022

Tentang KamiRedaksiKontak Kami
Jurnalistika

Dipaksa Cabuli Kucing, Bocah Tasik Depresi hingga Meninggal

  • Firmansyah

    21 Jul 2022, 22:09 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi: perundungan (Shutterstock)

jurnalistika.id – Bocah lelaki asal Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat meninggal dunia usai mengalami perundungan. Bocah berinisial PH (11) itu dipaksa mencabuli seekor kucing.

Kejadian perundungan itu diketahui melalui rekaman video yang beredar di media sosial. Video itu menunjukkan sejumlah orang memaksa bocah kelas 6 SD itu untuk mencabuli kucing.

Setelah kejadian perundungan tersebut, PH terlihat murung dan depresi. Kemudian mengalami sakit keras sepekan sebelum dirinya meninggal.

“Jadi ananda ini usianya 11 tahun kelas enam SD dia mengalami dugaan perundungan, sampai murung. depresi akhirnya meninggal dunia. Bentuk perundungannya adegan tak senonoh,” kata Ketua KPAI Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto, dikutip detikcom, Kamis (21/7/2022).

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Ato Rinanto mengatakan, berdasarkan identifikasi, terduga pelaku pembullyan terhadap bocah SD di Tasikmalaya itu berjumlah empat orang.

Meski demikian, lantaran terduga pelaku juga masih di bawah umur, KPAID akan mendampingi terduga pelaku. Hal tersebut untuk mengantisipasi agar para terduga pelaku tidak jadi korban bully lagi setelah kejadian ini.

“KPAID akan dampingi keluarga terduga pelaku juga karena ini penting. Jangan sampai setelah viral rame pelaku juga jadi drop,” kata Ato, Kamis.

“Yang kami khawatirkan para pelaku jadi korban bully juga karena kejadian ini. Mereka kan anak-anak juga yang mungkin juga korban karena perkembangan medsos atau lainnya. Makanya kami akan dampingi,” imbuh Ato.

Dapatkan berita pilihan jurnalistika.id setiap hari langsung ke ponsel di Grup Telegram “Sahabat Jurnalistika”. Mari bergabung dengan cara Klik link ini, kemudian join.

Bullying

dipaksa cabuli kucing

perundungan