Jurnalistika

Besok, PMII Komnivpam Akan Demo Tolak Kenaikan BBM di Puspemkot Tangsel

  • Firmansyah

    07 Sep 2022, 12:14 WIB

    Bagikan:

image

Massa demonstrasi PB PMII melakukan aksi teatrikal dan membuat gundukan tanah seperti makam. (Dok: instagram/pmii-official)

jurnalistika.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Pamulang (Komnivpam) Cabang Ciputat menyatakan bakal menggelar demo tolak kenaikan BBM di depan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Kamis besok, 8 September 2022.

Salah satu tuntutannya, mereka mendorong Wali Kota Tangerang Selatan agar menyurati Penjabat (PJ) Gubernur Banten dan Presiden Republik Indonesia untuk menganulir kenaikan harga BBM subsidi itu.

Ketua Umum PMII Komivpam Amier Juhairi menyatakan bahwa mereka menolak kebijakan kenaikan BBM. Menurut dia, pemerintah tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang masih lemah usai dihantam pandemi Covid-19.

“Hal ini tentu menuai polemik di tengah proses pemulihan ekonomi negara akibat dampak pandemi,” kata Amier melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 7 September 2022.

Ia mengatakan, PMII Komivpam sudah melakukan diskusi menyoal dampak kenaikan BBM ini. Tak hanya ekonomi, kata dia, kenaikan harga BBM akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat dari tingkat atas hingga bawah.

“BBM sangat diperlukan untuk operasional perusahaan, sehingga jika harganya kian mahal dapat membebani biaya produksi hampir seluruh sektor dan lini bisnis. Akibatnya, perusahaan akan meminimalisir biaya operasional, misalnya dengan menghentikan rekrutmen karyawan baru hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” paparnya.

“Selain itu, kenaikan BBM berpotensi akan meningkatkan angka pengangguran yang tentunya akan menambah tingkat kemiskinan Indonesia,” tambahnya.

Atas dasar itu, PMII Komnivpam dengan tegas membuat empat tuntutan yang bakal dibawa pada demo tolak kenaikan BBM besok, antara lain:

  1. Menolak secara tegas kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi.
  2. Mendorong walikota Tangerang Selatan untuk menyurati PJ Gubernur Banten dan Presiden untuk menolak kenaikan harga BBM.
  3. Mengambil sikap tegas untuk memberantas Mafia BBM bersubsidi.
  4. Mendorong pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran.

Sebelumnya, pada 31 Agustus 2022, PB PMII memberikan instruksi kepada seluruh kader PMII di Indonesia. Ketua Umum PB PMII Abdullah Syukri mengatakan, isi dari instruksi tersebut yaitu ajakan untuk melakukan demo menolak kenaikan harga BBM.

“PB PMII telah mengeluarkan instruksi sejak 31 Agustus lalu kepada segenap PKC PMII, PC PMII, anggota dan kader PMII se-Indonesia agar melakukan aksi menolak kenaikan harga BBM,” kata Abdullah, Minggu.

Ikuti jurnalistika.id di Google News untuk kabar dan berita update lainnya, klik di sini.

(fsy)

demo kenaikan bbm

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia

PMII Komnivpam