Jurnalistika

Apa itu Bipolar, Penyebab dan Cara Menanganinya? Simak di Sini!

  • Sarah A

    10 Jan 2022, 15:10 WIB

    Bagikan:

image

(c) Unsplash

jurnalistika.id – Bipolar disorder atau manik depresif adalah kondisi kesehatan mental yang dalam banyak kasus penderitanya mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem atau berubah-ubah secara cepat.

Gejala bipolar bisa kamu temui jika seseorang merasa sedih terus-menerus, putus asa, mudah gembira dan marah, membutuhkan lebih sedikit tidur, membuat rencana besar secara impulsif yang berbahaya, bahkan yang lebih parah merasa ingin bunuh diri.

Bipolar disorder terjadi karena berbagai macam faktor. antara lain.

  • Faktor Genetika

Jika orang tua atau saudara kamu menderita bipolar maka kamu memiliki potensi untuk mengembangkan kondisi tersebut.

Jika kamu penderita bipolar, coba deh kamu lihat ada tidak anggota keluarga sekitar kamu yang memiliki gejala yang sama seperti yang kamu alami.

Menurut studi kecil di tahun 2016 mengatakan bahwa risiko akibat faktor genetika sekitar 10 kali lebih tinggi.

  • Faktor Struktur Otak

Penderita bipolar disorder memiliki struktur otak yang berbeda dengan manusia pada umumnya.

Di dalam otak terdapat zat kimia yang disebut dengan neurotransmitter yang termasuk ke dalam serotonin dan norepinefrin yang berfungsi sebagai pembawa pesan ke dalam otak.

Ketika neurotransmitter tidak berfungsi dengan baik, maka dapat menyebabkan timbulnya bipolar disorder.

  • Faktor lingkungan

Faktor ini juga sangat berpengaruh terhadap seseorang yang menderita bipolar disorder. Kita tidak bisa mengendalikan segala sesuatunya termasuk keadaan di luar sana.

Mungkin saja faktor ini terjadi saat kamu berada di lingkungan sekolah, kerja, ataupun rumah. Selain itu bisa terjadi karena adanya stress yang ekstrem atau penyakit fisik.

Tidak menutup kemungkinan seseorang mengalami pengalaman traumatis yang dapat berdampak besar.

Penanganan Bipolar Disorder

bipolar disorder
(c) Unsplash

Perawatan yang tepat bagi penderita bipolar meliputi obatan-obatan, konseling atau psikoterapi, dan perubahan pola atau gaya hidup.

Obat-obatan yang bisa kamu pakai di antaranya yaitu penstabil suasana hati seperti lithium, antipsiotik seperti olanzapine, antidepresan-antipsokotik seperti fluoxentine-olanzapine, benzodiazepin sejenis obat anti-kecemasan jangka pendek.

Selanjutnya yaitu melakukan konseling atau psikoterapi. Jika kamu ingin menceritakan apa yang kamu rasakan kepada orang yang tepat kamu dapat melakukan konseling.

Kamu juga dapat melakukan psikoterapi seperti Terapi Perilaku Kognitif (CBT) yaitu terapi bicara yang membantu kamu mengidentifikasi dan mengatasi pikiran yang mengganggu dan mengubah pola pikir atau perilaku yang tidak diinginkan.

Selain itu masih banyak jenis psikoterapi yang dapat kamu lakukan.

Satu hal lagi yang tidak boleh kamu lewatkan yaitu mengatur pola hidup yang sehat. Pola hidup yang sehat akan memotivasi kamu memiliki jiwa dan raga yang sehat pula.

Jika biasanya sehari-hari pola hidup kamu masih berantakan, yuk coba pelan-pelan diubah menjadi pola hidup yang lebih baik.

Pola hidup yang sehat juga bisa membantu memperbaiki suasana hati kamu yang cenderung berubah-ubah menjadi lebih tenang.

Ingat ya teman-teman, penampilan seseorang memang penting tetapi kesehatan mental itu tidak kalah penting!.

Semangat ya bagi kamu pejuang bipolar disorder!

Baca juga: Sering Memar Tanpa Sebab? Waspada Tanda Penyakit, No. 5 Bikin Kaget!

bipolar

Bipolar disorder

kesehatan mental

mental illness


Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami