logo jurnalistika

Ketua PEN Tangsel Teddy Meiyadi: Longgar Tapi Tidak Bebas

  • Malik Abdul Aziz

    24 Feb 2021, 22:51 WIB

    Bagikan:

Jurnalistika.id – Ketua Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tingkat daerah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Teddy Meiyadi optimis perekonomian di Tangsel sudah mulai bergerak, dimuali dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), diikuti Pariwisata, Perdagangan, Restauran dan Perhotelan.

Dirinya menjelaskan, bahwa pemerintah daerah optimis akan perbaikan ekonomi serta maraknya para pengangguran menjadi cermin ekonomi di Tangsel.

“Pertama itu dimulai dari UMKM, Karena itu yang paling rill, hal-hal yang paling kita utamakan, itukan kebutuhan dasar kuliner karena kalau UMKM berjalan kita naik ke industri parawisata, hiburan dan hotel juga restauran sebagai penyumbang PAD terbesar Tangsel, memang kota jasa di manapun sama artinya kota jasa menjadi penyumbang PAD,” ungkap, Rabu (24/02/2021).

Baca juga: DPU Urus Jalan Tak Kunjung Usai, Akademisi: Buang-Buang Anggaran Saja

Teddy juga menyampaikan zona merah menjadi salah satu pemicu tidak bergeraknya perekonomian daerah sehingga sedikitnya minat investasi pengusaha dan banyaknya masyarakat yang sudah mulai tidak bekerja. 

“Mall buka gak ada yang beli artinya apa, ada PHK kedua menurunya daya beli di masyarakat, ini yang terjadi dilapangan, ketiga adalah orang orang yang punya uang, tidak bebas berinvestasi karena bicara keuntungan jika dia menanam modal bicara kan keuntungan sekarang daya beli gk ada .akhirnya ekonomi melambat karena persoalan kemarin dengan zona merah,” paparnya. 

Lanjut Tedy, zona orange menuju zona kuning menjadi celah penting dalam pergerakan roda perekonomian di Tangsel.

“Acuannyaa adalah zonasi kemarin kan masih merah jadi banyak larangan, kalau zonasi sudah orange dan kuning maka disitu dipastikan kasus covied menurun. kasus tertangani klo sudah kasus tertangani maka selanjutnya pengusaha bisa memperpanjang waktu oprasionalnya,” ungkapnya.

“Perhotelan restauran hiburan wisata air yang tadinya ketat aturannya harus dilonggarkan tapi bukan dibebaskan kan beda dongk tetap prokes, Longgar tapi tidak bebas,” tegas Tedy.

Baca juga: Polres Tangsel Launching Gerakan Disiplin Gunakan Masker Di Stasiun

Terkait setatus pelonggaran saat PPKM, Tedy menjelaskan hal tersebut berdasarkan setatus zonasi yang berlaku dan menunggu Peraturan Walikota (Perwal) Tangsel yang masih dalam proses pembahasan.

“Basisnya adalah zonasi semua akan diatur oleh pemerintah daerah yg diatur dari pusat. Kita memberikan saran boleh dongk, ibu walikota juga ingin ayoo normal lagi nantinya ini kan harus di suport oleh kita kita. Jadi nunggu peraturan walikota di dua minggu kedepan saat ini masih dalam Pembahasan,” pungkasnya.

ekonomi

Kota Tangerang Selatan

Pendapatan Asli Daerah

Teddy Meiyadi


Rekomendasi

Topik Pilihan

#

Vannesa Angel

#

Tangsel

#

Benyamin Davnie

#

Jokowi Dodo

#

PT. PITS

Terbaru

dsds

Fakta Menarik Desa Wisata Huta Tinggi: Dekat Danau Toba Identik Dengan Kerbau

Peringati Hari AIDS Sedunia, Ini Yang dilakukan KPA Purwakarta

Menitipkan Masa Depan Melalui Pohon : Investasi Oksigen

Ini Rincian UMK Banten Tahun 2022 yang Ditetapkan Gubernur Wahidin Halim

Pemkot Tangsel Gelar Pengembangan Pelaku Usaha Sektor Pertanian Demi Peningkatan Produksi

Ini Alasan Erick Thohir Gabung Banser

Pemkot Tangsel Gelar Giat Pengembangan Usaha Mikro Bagi Pelaku Usaha

Julham Firdaus Kembali Pimpin Bamus Tangsel, Begini Harapan Walikota