Senin, 24 Januari 2022

Tentang KamiRedaksiKontak Kami
Jurnalistika
Jurnalistika

Apresiasi Pencapaian Pajak 2021 Lampaui Target, Ajib Hamdani : Akhir yang Menggembirakan, Awal yang Penuh Tantangan

  • Firman Sy

    28 Des 2021, 13:19 WIB

    Bagikan:

<p>Ajib Hamdani (Foto : Instagram/ajibhamdani-official)</p>

Ajib Hamdani (Foto : Instagram/ajibhamdani-official)

jurnalistika.id – Pemerintah mencatat realisasi penerimaan pajak sebesar Rp 1.231,87 triliun per 26 Desember 2021. Adapun realisasi ini melampaui target anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2021.

Bidang Kajian Akuntansi dan Perpajakan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Ajib Hamdani mengapresiasi kinerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan atas pencapaian penerimaan pajak tersebut.

“Selamat dan apresiasi perlu kita berikan kepada Direktorat Jenderal Pajak. Pencapaian ini ekuivalen dengan 100,19% dari target awal sebesar 1.229,6 triliun,” kata Ajib, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (28/12/21).

pencapaian pajak 2021

Terkait itu, kepala Badan Kebijakan Moneter & Jasa Keuangan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) ini menambahkan, jika merunut data ke belakang, penerimaan pajak yang overtarget ini tercapai pada 13 tahun lalu, yaitu sebesar 106,8% pada tahun 2008.

“Sebuah pencapaian akhir tahun yang sangat positif, untuk menatap tahun 2022 yang penuh tantangan. target penerimaan APBN sebesar 1.846,1 triliun akan ditopang lebih dari 81% dari penerimaan pajak, dengan target 1.510 triliun,” sambungnya.

Menurut Ajib, untuk bisa mendongkrak kinerja di tahun yang penuh tantangan ini, Ditjen Pajak sudah dibekali UU Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

“Dalam UU HPP ini, ruang untuk intensifikasi dan ekstensifikasi dengan penambahan objek dan peningkatan tarif, seperti halnya dalam ketentuan baru atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Program Pengungkapan Sukarela (PPS) menjadi program tambahan yang bisa mendorong penerimaan lebih optimal di tahun 2022 nanti,” ujarnya.

Ajib menerangkan, program PPS menjadi program yang ditunggu para wajib pajak untuk bisa mengungkapkan harta-harta yang sebelumnya tidak tercatat di SPT pajaknya, dengan tarif yang lebih murah.

“Instrumen UU HPP ini menjadi daya dukung positif terhadap effort otoritas untuk kembali bisa mengulang kesuksesan tahun ini untuk tahun 2022 nanti,” sambung PNS Ditjen Pajak Kemenkeu 2002-2009 tersebut.

“Dengan asumsi makro lain inflasi sebesar 3% dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%, target pajak 2022 relatif achievable,” imbuhnya.

Soal Tantangan Pajak, Ajib Hamdani: Integrasi Data dan Penguatan Lembaga Otoritas

Lebih lanjut, Ajib menjelaskan, satu-satunya yang menjadi tantangan dalam upaya pengumpulan pajak adalah tentang integrasi data dan penguatan lembaga otoritas.

Dengan asas perpajakan yang dianut di indonesia dengan “self assessment”, maka kunci pencapaian penerimaan adalah efektivitas edukasi dan pengawasan yang dilakukan oleh otoritas.

“Integrasi data yang valid bisa menjadi instrumen yang sangat efektif untuk melakukan pengawasan ini,” ujarnya.

Selain itu, kata Ajib, bagaimana struktur yang ada ini, dibekali dengan penguatan membuat regulasi dan eksekusi di lapangan.

“Tahun 2022 menjadi tahun yang penuh tantangan, tetapi ketika pemerintah konsisten dengan komitmen membangun integrasi data yang valid dan penguatan kelembagaan atas Ditjen Pajak, sejarah kesuksesan pencapaian tahun 2021 ini akan kembali berlanjut di tahun 2022 dan menjadi momentum strategis ekonomi bisa bangkit pasca pandemi,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo mengapresiasi 46 ribu pegawai Dirjen Pajak yang telah bekerja keras untuk mengumpulkan penerimaan negara pada tahun ini.

Namun demikian, Suryo mengatakan tahun depan menjadi sangat krusial bagi Indonesia. Sebab pada 2022 akan menjadi tahun terakhir defisit APBN di atas tiga persen.

“Oleh sebab itu, kami akan terus melakukan evaluasi kinerja agar dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kinerja yang sudah baik,” ucapnya.

Baca Juga:

Ajib Hamdani

Asosiasi Emiten Indonesia

Ditjen Pajak

Pajak

Penerimaan Negara


Rekomendasi

Populer

Mencermati Komitmen Pemerintah Menjawab Tantangan Fiskal 2022