Dunia sekarang sudah sangat pesat dengan perkembangan teknologi, baik itu sektor pendukung kehidupan sehari-hari, di bidang industri, maupun di dunia pendidikan. Semuanya hadir memberikan kemudahan dalam melakukan pekerjaan yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara konvensional ataupun manual.
Namun, di balik kemegahan teknologi yang dapat dinikmati oleh manusia sekarang ini. Ternyata masih ada beberapa teknologi yang belum atau gagal di kembangkan. Mau tau apa aja? Berikut ulasannya.
1. Mobil Terbang
Mobil terbang telah menjadi mimpi sejak lama dalam dunia teknologi. Dengan lalu lintas yang semakin parah di kota-kota besar, banyak yang berharap mobil terbang akan menjadi solusi. Namun, meskipun ada banyak konsep yang menarik, hingga saat ini, kendaraan ini masih belum menjadi kenyataan dalam skala besar.
Beberapa masalah termasuk masalah regulasi, keamanan, dan biaya yang tinggi. Semua itu menandakan kalau manusia sampai sekarang kemungkinan masih belum siap dengan transportasi yang bisa saja menjadi kenyataan dalam beberapa tahun ke depan ini.
Ilustrasi mobil terbang sendiri sudah bisa di lihat dalam beberapa film yang pernah di buat. Terdapat pula pada salah satu video game lawas, yaitu GTA San Andreas.
2. Google Glass
Google Glass adalah perangkat pintar yang dikembangkan oleh Google. Benbentuk kacamata cerdas yang memiliki kemampuan untuk menampilkan informasi dalam bentuk tampilan layar kecil yang ada di depan mata pengguna, seringkali disebut sebagai head-up display (HUD).
Google Glass memiliki beberapa fitur utama, termasuk kemampuan untuk mengambil foto dan video, mengakses internet, membaca pesan teks, dan melakukan navigasi. Pengguna dapat mengendalikan Glass dengan berbicara atau dengan menggunakan gerakan fisik seperti mengedipkan mata.
Salah satu tujuan utama Google Glass adalah membawa teknologi yang terintegrasi dengan realitas sehari-hari pengguna. Dengan menggunakan perangkat ini, pengguna dapat mengakses informasi dengan lebih mudah tanpa harus memegang ponsel atau perangkat lainnya.
Google Glass awalnya dirilis dalam versi pengembang pada tahun 2013, tetapi kemudian dihentikan sementara untuk pengembangan lebih lanjut. Perangkat ini juga menghadapi banyak kontroversi terutama terkait dengan privasi dan masalah keamanan. Pada akhirnya, Google menghentikan pengembangan versi konsumen dari Google Glass, meskipun terus mengembangkan teknologi serupa untuk digunakan dalam lingkungan bisnis dan industri tertentu.
3. Mobil Listrik Tahun 1990-an
Sebelum popularitas mobil listrik seperti Tesla, berbagai upaya sudah lebih dulu dilakukan pada tahun 1990-an untuk mengembangkan mobil listrik. Namun, batasan jangkauan dan teknologi baterai saat itu membuatnya kurang populer.
Akibatnya, mobil listrik yang sudah dirancang pada saat itu tidak bisa dikembangkan dan bisa di bilang gagal. Teknologi ini baru berhasil lebih dari dua dekade kemudian dan sekarang sudah semakin pesar dan banyak digunakan serta mulai dipromosikan di seluruh dunia.
4. Videophone
Kalau kamu sekarang mengenal video call via WhatsApp dan sebagainya, sebenarnya teknologi ini sudah pernah dirancang jauh sebelum Zoom, Google dan lainnya ada yaitu Videophone, Teknologi ini adalah perangkat komunikasi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan video secara real-time, sehingga mereka dapat melihat dan berbicara satu sama lain melalui layar perangkat yang mereka gunakan.
Konsep videophone telah ada sejak awal abad ke-20, tetapi perkembangan teknologi digital dan internet telah mengubah cara kita menggunakan videophone. Sekarang, banyak aplikasi dan perangkat lunak yang memungkinkan kita melakukan panggilan video melalui ponsel pintar, tablet, atau komputer, seperti Skype, Zoom, FaceTime (untuk produk Apple), dan banyak lagi.
5. Microsoft Zune
Produk ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2006 sebagai upaya Microsoft untuk bersaing dengan iPod milik Apple dan mengejar pasar pemutar media digital dan unduhan musik. Beberapa fitur utama Microsoft Zune termasuk kemampuan untuk memutar musik, video, dan menampilkan gambar. Zune juga menawarkan layanan berlangganan musik bernama Zune Pass, yang memungkinkan pelanggan untuk mengakses perpustakaan musik besar secara streaming.
Meskipun Zune mendapat beberapa penggemar setia dan mendapatkan ulasan positif untuk kualitas suara dan antarmuka pengguna yang intuitif, namun perangkat ini tidak pernah mencapai popularitas yang sama dengan produk-produk iPod dan iPhone milik Apple. Pada tahun 2011, Microsoft menghentikan produksi pemutar media Zune fisik dan lebih fokus pada pengembangan perangkat lunak dan layanan musik melalui platform Windows Phone dan Xbox Music.
- LM
Penulis pemula yang ingin bertumbuh
Artikel lain dari Luthfi
Rekomendasi
Opinion28 Agt 2025Seolah-olah Mereka Paham Anarkis
Opinion08 Agt 2025Pak! Bendera One Piece Bukan Barang Menakutkan
Opinion01 Agt 2025Kala Indonesia Hampir Bangkrut di Tangan Soekarno
Ragam01 Agt 20256 Cara Ampuh Bikin Pasangan Luluh Ketika Sedang Emosi
Opinion15 Jul 2025Omong Kosong Pendidikan Gratis di Negeri Seribu Janji Manis
Opinion27 Feb 2025Perempuan: Tubuhku, Pakaianku, Adabku
Movie12 Feb 20256 Film Hot China Nuansa Jadul, Cocok Temani Kesendirian
Education13 Jan 2025Menilik Mesin Biodiesel Rancangan Mahasiswa Teknik Kimia Unpam: Keunggulan dan Cara Kerjanya
Opinion02 Jan 2025Orang-orang Goblok di Jalan
Opinion30 Des 20242025 Tiba, Masih Pentingkah Organisasi Bagi Mahasiswa?