Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) yang dilancarkan oleh Partai Komunisme Indonesia (PKI) atau dikenal juga dengan sebutan G30S PKI merupakan sejarah kelam yang pernah terjadi di Indonesia yang selalu diperingati setiap tahun. Dalam peristiwa ini, ada tujuh perwira yang menjadi korban jiwa yang berdasarkan sejarah ditemukan di Lubang Buaya.
Namun, tentu saja peristiwa G30S PKI tidak terjadi begitu saja sehingga bisa disebut sebagai sejarah kelam di Indonesia. Karena pastinya tragedi ini memiliki sejarah yang bisa dibilang cukup panjang.
Lalu bagaimana sejarah G30S PKI? Berikut ulasannya yang sudah dikutip dari berbagai sumber.
1. Mengenal lebih dulu apa itu G30S PKI
Sebelum lebih lanjut, ada baiknya mengenal beberapa istilah yang juga mengarah pada kejadian G30S PKI. Peristiwa ini juga dikenal dengan sebutan Gerakan September Tiga Puluh (Gestapu) dan Gerakan Satu Oktober (Gestok). Pada peristiwa tragis ini, enam perwira tinggi militer Indonesia dan beberapa orang lainnya menjadi korban dalam percobaan kudeta yang diduga dilakukan oleh anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).
2. Sejarah G30S PKI muncul pada masa pemerintahan Soekarno
Peristiwa G30S PKI berlangsung pada masa pemerintahan Presiden Sukarno yang saat itu menerapkan sistem Demokrasi Terpimpin. PKI sebagai partai yang menganut paham Stalinis terbesar di luar Tiongkok dan Uni Soviet, memiliki anggota yang sangat besar. Selain itu, PKI juga menguasai gerakan serikat buruh dan gerakan petani di Indonesia. Jumlah anggota dan pendukung PKI mencapai lebih dari 20 juta orang yang tersebar di berbagai wilayah.
Pada bulan Juli 1959, parlemen dibubarkan dan Sukarno memperkenalkan konstitusi melalui dekret presiden dengan dukungan penuh dari PKI. Sukarno juga memperkuat angkatan bersenjata dengan menunjuk para jenderal militer ke posisi penting. PKI menyambut baik sistem Demokrasi Terpimpin dan meyakini bahwa mereka memiliki mandat untuk berkontribusi dalam aliansi Konsepsi Nasionalis, Agama, dan Komunis (NASAKOM).
Namun, bukannya mempererat hubungan antarelemem, NASAKOM justru menjadi salah satu pemicu munculnya gesekan antara anggota TNI dan PKI sehinnga terjadi pertentangan di antara mereka. Selain itu, rumor tentang kesehatan Presiden Soekarno juga menjadi salah satu latar belakang pemberontakan G30S PKI.
3. Tindakan dan Penyebaran paham PKI dicurigai golongan anti-PKI
Upaya PKI dalam menyebarkan ideologi komunis memunculkan kekhawatiran di kalangan kelompok anti-komunis. Hal ini membuat persaingan di antara elit politik nasional semakin memamas.
Kecurigaan ini memnuat Letnan Kolonel Untung yang merupakan Komandan Batalyon I Kawal Resimen Cakrabirawa, memimpim sebuah unit pasukan khusus dalam aksi bersenjata di Jakarta. Pasukan ini bergerak meninggalkan daerah Lubang Buaya pada tengah malam, pergantian Kamis, 30 September 1956 menuju Jumat, 1 Oktober 1965.
Operasi yang awalnya dikenal sebagai Operasi Takari kemudian diubah namanya menjadi G30S PKI. Mereka melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap para petinggi Angkatan Darat.
4. Peristiwa ini memakan korban jiwa termasuk 6 jenderal 1 Letnan
Akibat peristiwa ini enam jendral meninggal dunia, dam terdapat satunya meripakan seorang ajudan Menhankam/Kasab Jenderal Nasution, yakni Letnan Satu Pierre Andreas Tendean. Selain itu, Pengawal Wakil Perdana Menteri II Dr. J. Leimena, Brigadir Polisi Satsuit Tubun juga ikut terbunuh.
Begitu juga dengan Ade Irma Suryani yang merupakan putri dari Jenderal A.H Nasution. Sementara jenderal A.H Nasution berhasil selamat dari tragedi ini, meskipun sebelumnya ia merupakan target utama dari G30S PKI.
5. Nama 6 Jenderal yang menjadi korban G30S PKI
Enam tokoh militer yang gugur dalam peristiwa ini adalah Jenderal Ahmad Yani, Letjen Suprapto, Letjen S. Parman, Letjen M. T. Haryono, serta Mayjen D. I. Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. Kepergian para perwira ini merupakan tragedi yang menggetarkan Indonesia pada masa itu, berdampak besar pada politik dan militer negara tersebut, dan membekas dalam dinamika sejarahnya.
6. Tujuan dari G30S PKI menggulingkan pemerintahan Seokarno
Misi utama G30S PKI adalah melakukan kudeta terhadap pemerintah era Soekarno dan mengubah ideologi negara Indonesia menjadi komunisme. PKI juga dikenal memiliki anggota lebih dari 3 juta orang, menjadikannya partai terbesar ketiga di dunia setelah RRC dan Uni Soviet.
Selain itu, PKI juga punya rencana lain di antaranya enghancurkan struktur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan maksud mengubahnya menjadi sebuah negara berideologi komunis. Menyingkirkan TNI Angkatan Darat dan merebut kekuasaan pemerintahan.
Kemudian, mewujudkan cita-cita PKI, yakni menjadikan ideologi komunis dalam membentuk sistem pemerintahan yang digunakan sebagai alat untuk mewujudkan masyarakat komunis. Dan terakhir, mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis. Kudeta yang dilakukan kepada Presiden Soekarno tak lepas dari rangkaian kegiatan komunisme internasional.
- LM
Penulis pemula yang ingin bertumbuh
Artikel lain dari Luthfi
Rekomendasi
- Opinion28 Agt 2025
Seolah-olah Mereka Paham Anarkis
- Opinion08 Agt 2025
Pak! Bendera One Piece Bukan Barang Menakutkan
- Opinion01 Agt 2025
Kala Indonesia Hampir Bangkrut di Tangan Soekarno
- Ragam01 Agt 2025
6 Cara Ampuh Bikin Pasangan Luluh Ketika Sedang Emosi
- Opinion15 Jul 2025
Omong Kosong Pendidikan Gratis di Negeri Seribu Janji Manis
- Opinion27 Feb 2025
Perempuan: Tubuhku, Pakaianku, Adabku
- Movie12 Feb 2025
6 Film Hot China Nuansa Jadul, Cocok Temani Kesendirian
- Education13 Jan 2025
Menilik Mesin Biodiesel Rancangan Mahasiswa Teknik Kimia Unpam: Keunggulan dan Cara Kerjanya
- Opinion02 Jan 2025
Orang-orang Goblok di Jalan
- Opinion30 Des 2024
2025 Tiba, Masih Pentingkah Organisasi Bagi Mahasiswa?