Jurnalistika
Loading...

Ini Perkiraan Awal Puasa Tahun 2026 Versi NU, Muhammadiyah, dan Pemerintah

  • Jurnalistika

    15 Okt 2025 | 15:05 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi momen bulan puasa Ramadan. (Generated by AI)

jurnalistika.id – Menjelang pergantian tahun dari 2025-2026 banyak ummat Islam mulai menunggu datangnya awal bulan puasa Ramadan. Hal itu tidak lepas dari kerinduan terhadap bulan suci penuh keberkahan tersebut.

Tahun depan, awal bulan puasa Ramadan diperkirakan akan tiba sekitar pertengahan Februari 2026. Artinya, hanya sekitar empat bulan lagi sebelum azan magrib pertama Ramadan terdengar dan suasana khas puasa kembali terasa di seluruh penjuru negeri.

Berdasarkan hitungan sementara, 1 Ramadan 1447 Hijriah diprediksi jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Kalau dihitung dari 15 Oktober 2025, berarti masih ada sekitar 126 hari menuju bulan penuh berkah ini.

Baca juga: Sejarah Perang Badar: Perlawanan Islam Terhadap Penindasan

Meski masih ada waktu beberapa bulan, pembahasan soal kapan tepatnya awal puasa selalu menarik. Pasalnya, selalu ada tiga versi yang menjadi acuan masyarakat,

Mulai dari versi Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Pemerintah. Masing-masing punya metode dan waktu penetapan yang berbeda, tapi tujuannya tetap sama.

Perkiraan Awal Puasa 2026 Versi Muhammadiyah hingga Pemerintah

Dilansir dari berbagai sumber, berikut perkiraan awal puasa Ramadan 2025 menurut versi Muhammadiya, NU, dan Pemerintah.

Awal Ramadan Versi Muhammadiyah

Sejak tahun 1447 Hijriah, Muhammadiyah resmi menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) untuk menentukan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadan.

Sistem ini menggantikan metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini digunakan. Berdasarkan perhitungan KHGT, 1 Ramadan 1447 H atau hari pertama puasa diperkirakan akan dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026.

Dengan perkiraan ini, umat Islam yang mengikuti penetapan versi Muhammadiyah akan berpuasa selama 30 hari penuh, dan diperkirakan berakhir pada Kamis, 19 Maret 2026.

Baca juga: Sejarah Singkat Muhammad Al Fatih Taklukkan Konstantinopel Saat Usia 21 Tahun

Menariknya, metode KHGT ini dirancang agar penanggalan Hijriah bisa berlaku seragam di seluruh dunia Islam, bukan hanya di Indonesia.

Jadi, ketika umat Muhammadiyah mulai puasa nanti, kemungkinan besar waktunya akan bersamaan dengan beberapa negara lain yang juga menggunakan sistem serupa.

Awal Ramadan Versi Pemerintah (Kemenag)

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) belum menetapkan tanggal pasti awal puasa 2026. Penentuan resminya baru akan dilakukan lewat sidang isbat, tradisi yang digelar setiap tahun pada tanggal 29 Syaban.

Sidang ini menjadi momen penting karena melibatkan banyak pihak: para ahli astronomi, ormas Islam, hingga perwakilan MUI.

    Sidang isbat menggabungkan dua metode utama, yaitu rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit pertama) dan hisab (perhitungan astronomi).

    Hasil dari sidang inilah yang nantinya diumumkan secara resmi oleh pemerintah, biasanya lewat siaran langsung di televisi dan media sosial.

    Baca juga: 7 Perang Terbesar Islam Zaman Rasulullah, Lengkap dengan Waktu Kejadian

    Metode ini dianggap paling moderat karena memadukan sains dan tradisi pengamatan langsung, serta digunakan untuk menjaga keseragaman waktu ibadah di seluruh Indonesia.

    Kalau mengacu pada hitungan astronomi yang beredar, besar kemungkinan hasil sidang isbat nanti juga akan menetapkan awal Ramadan 2026 pada tanggal 18 Februari 2026, sama seperti hasil perhitungan Muhammadiyah.

    Namun, tentu keputusan akhirnya tetap menunggu hasil pengamatan hilal secara langsung.

    Awal Ramadan Versi Nahdlatul Ulama (NU)

    Berbeda dengan Muhammadiyah yang memakai sistem hisab global, Nahdlatul Ulama (NU) tetap teguh menggunakan metode rukyatul hilal murni atau pengamatan langsung terhadap bulan sabit.

    Proses rukyat dilakukan setiap 29 Syaban di banyak titik pengamatan di Indonesia, mulai dari pesantren, observatorium, hingga lembaga falakiyah di bawah naungan NU.

      Hasil pengamatan itu kemudian diumumkan melalui ikhbar resmi PBNU atau disebarkan lewat jaringan pesantren dan lembaga keagamaan NU di seluruh daerah.

      Dalam banyak kasus, hasil rukyat NU sering kali sejalan dengan keputusan pemerintah. Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan adanya perbedaan satu hari, tergantung pada hasil pengamatan hilal di lapangan.

      Menghitung Mundur Ramadan 2026

      Jika semua berjalan sesuai perkiraan, umat Islam akan memulai puasa sekitar empat bulan lagi sejak Oktober 2025. Dalam hitungan kalender, waktu menuju 1 Ramadan 1447 H sekitar 126 hari lagi tehitung sejak 15 Oktober 2025.

      Perbedaan metode antara NU, Muhammadiyah, dan Pemerintah memang wajar terjadi, karena masing-masing berangkat dari dasar penetapan yang berbeda. Tapi bagi umat Islam, esensi utamanya tetap sama: mempersiapkan diri menyambut bulan penuh rahmat ini sebaik mungkin.

      Ikuti dan baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini.

      awal puasa ramadan

      puasa ramadan 2026

      Ramadan

      ramadan 2026

      trending


      Populer

      Rangkuman Terkini Soal Banjir Besar di Sumut, Sumbar, dan Aceh
      Tentang Kami
      Karir
      Kebijakan Privasi
      Pedoman Media Siber
      Kontak Kami