Jurnalistika
Loading...

Sederet Kasus Keracunan MBG di Berbagai Daerah Pekan Ini

  • Jurnalistika

    03 Okt 2025 | 10:10 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi keracunan MBG. (by AI)

jurnalistika.id – Kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terjadi di sejumlah daerah sepanjang pekan ini. Ratusan siswa menjadi korban dan mengalami mual, muntah, hingga pusing.

Berikut telah dirangkum beberapa kasus keracunan MBG yang terjadi di beberapa daerah sepanjang pekan ini.

Daerah Jakarta Timur Awal Pekan

Dilansir dari Kompas.com, di Jakarta Timur, sebanyak 20 siswa SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, keracunan pada Senin (30/9/2025) pagi. Kapolsek Pasar Rebo Ajun Komisaris I Wayan Wijaya membenarkan peristiwa tersebut.

“Betul ada siswa yang keracunan pagi ini pukul 07.15 WIB,” kata Wijaya.

Baca juga: Meski Diterpa Kasus Keracunan, BGN Ogah Hentikan MBG, Kecuali Diminta Prabowo

Ia menyebut korban mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah. Salah satu siswa bahkan harus dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pasar Rebo untuk penanganan intensif.

110 Orang Keracunan MBG di Agam

Kasus lebih besar terjadi di Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu (1/10/2025). Sebanyak 110 orang, mayoritas siswa SD dan TK, dilaporkan keracunan usai mengonsumsi menu MBG.

Kejadian ini pun dibagikan sejumlah akun media sosial Instagram hingga ramai dibicarakan. Salah satu akun Instagram yang ikut membagikan yakni @bukittinggipressclub.

Melihat kasus keracunan tersebut, netizen ramai-ramain mengomentari dengan berbagai ungkapan. Bahkan ada yang sampai menyebut kepanjangan MBG menjadi Makan Beracun Gratis.

Baca juga: Cak Imin Angkat 4 Korban Selamat Ponpes Sidoarjo Jadi Anak Asuh

Dinas Kesehatan Agam saat ini tengah melakukan uji sampel makanan yang diduga menjadi penyebab. Kejadian ini memicu kecaman luas di media sosial.

Kasus Serupa di Tasikmalaya

Belum lama Jawa Barat menjadi sorotan karena kasus keracunan MBG, kasus serupa kembali menimpa 109 siswa SMK Negeri Cipatujah, SMP Negeri 4 Cipatujah, serta santri Pondok Pesantren Nursyamsi di Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis (2/10/2025).

Kepala Puskesmas Cipatujah, Cepi Anwar, menyebut 73 orang sudah diperbolehkan pulang, sementara 36 lainnya masih dirawat di sejumlah puskesmas dan klinik.

“Di PKM Cipatujah sebagian besar sudah bisa pulang,” ujarnya.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, turut menyampaikan keprihatinannya atas kasus yang disebut sudah beberapa kali terjadi di wilayahnya.

Akibat sederet kasus keracunan MBG yang terus terjadi, beberapa pihak menyarankan agar pemerintah untuk menghentikan sementara program ini.

Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut tidak akan menghentikannya kecuali instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Ikuti dan baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini.

Kasus keracunan mbg

makan bergizi gratis

MBG


Populer

Rangkuman Terkini Soal Banjir Besar di Sumut, Sumbar, dan Aceh
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami