jurnalistika.id – Anggota DPR RI sekaligus artis, Nafa Urbach, menjadi sorotan warganet usai unggahannya di media sosial terkait gaji dan tunjangan yang ia terima.
Nafa yang terpilih sebagai wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah VI periode 2024–2029 itu menyatakan seluruh gaji dan tunjangannya akan disalurkan kepada masyarakat di daerah pemilihannya, terutama untuk membantu para guru.
“Saya mendengar keresahan masyarakat terkait tunjangan pejabat yang ramai belakangan ini. Sebagai bentuk komitmen saya kepada rakyat, saya memilih untuk mengalokasikan gaji dan tunjangan saya kepada masyarakat di dapil saya,” tulis Nafa melalui Instagram story pada Selasa (26/8/2025).
Baca juga: Alasan BP Haji Dinaikkan Menjadi Kementerian Haji
Ia menegaskan, langkah tersebut akan berjalan hingga masa jabatannya berakhir pada 2029. Guru disebut sebagai prioritas utama penerima bantuan, meski ia tetap membuka ruang bagi kelompok lain untuk turut diusulkan.
“Seluruh gaji dan tunjangan saya akan saya serahkan kembali untuk masyarakat di daerah pemilihan saya hingga tahun 2029. Prioritas utama saya adalah untuk para guru karena mereka adalah pahlawan pendidikan yang telah berjasa besar,” ujar Nafa.
Menurutnya, penyaluran bantuan akan dilakukan secara terbuka dan transparan dengan pendataan awal pada guru di Magelang, Wonosobo, Temanggung, dan Purworejo.
“Semua proses akan saya laporkan secara berkala agar masyarakat bisa ikut mengawasi,” tambahnya.
Reaksi Warganet di X
Langkah Nafa tersebut muncul setelah dirinya sempat dikritik karena mendukung usulan tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp 50 juta per bulan.
Nafa beralasan, dukungan itu dilandasi pengalamannya sering terjebak macet saat bepergian dari rumahnya di Bintaro menuju Senayan.
Baca juga: Tok! DPR Sahkan BP Haji Jadi Kementerian Haji
Namun, pernyataan sekaligus keputusan politikus Partai NasDem itu menuai banyak reaksi di media sosial. Unggahannya ramai dibicarakan warganet, bahkan tak sedikit yang menjadikannya bahan candaan.
“Bukan kayak gitu kocak. Turunin atau hapus tunjangan, terus dialokasikan untuk pembangunan atau pendidikan yang jelas manfaatnya,” tulis salah satu pengguna X.
Pengguna lain menilai langkah Nafa hanya bersifat pribadi, bukan solusi kebijakan.
“Lu itu anggota DPR. Kalau benar berkomitmen, ya perjuangin hak-hak guru lewat legislasi, bukan cuma kasih tunjangan pribadi lu,” tulis akun lain.
Ada pula yang mempertanyakan mekanisme yang ditawarkan Nafa. “Emang bisa di RAPBN masuk ke tunjangan DPR terus aktualnya diganti ke rakyat? Iya kalau benar lari ke rakyat, kalau ke yang lain gimana pertanggungjawabannya?” komentar warganet.
Tak sedikit pula yang menekankan bahwa solusi yang tepat adalah merevisi atau menghapus tunjangan DPR, bukan sekadar membagi gaji pribadi.
“Ga gitu solusinya. Solusinya ya segala tunjangan dihapus, gaji secukupnya, negara yang alokasikan langsung untuk guru,” tulis akun lain.
Ikuti dan baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini.

