Jurnalistika
Loading...

Prabowo Sebut Keracunan MBG Dibesar-besarkan, Data Sebut Memang Besar

  • Jurnalistika

    20 Okt 2025 | 10:58 WIB

    Bagikan:

image

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Sidang Senat Terbuka dan Dies Natalis UKRI, Bandung, 18 Oktober 2025. (Dok. YouTube Sekretariat Presiden)

jurnalistika.id – Presiden Prabowo Subianto mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak luput dari kekurangan, namun ia menilai sejumlah pihak terlalu menggembor-gemborkan kasus keracunan yang terjadi.

Dalam pandangannya, persoalan itu tidak sebanding dengan keberhasilan besar yang sudah dicapai oleh program yang kini menjadi sorotan dunia internasional tersebut.

“Memang program ini tidak sempurna dalam pelaksanaan sampai sekarang ada beberapa ribu anak yang sakit perut keracunan makan, tapi yang dibesarkan adalah keracunan seolah-olah program ini harus dihentikan,” kata Prabowo Subianto dalam sidang senat terbuka wisuda 521 sarjana Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, Sabtu (18/10/2025).

Prabowo menilai, dari total 1,4 miliar porsi makanan yang telah dibagikan, hanya sekitar 8.000 anak yang mengalami keracunan atau sekitar 0,0008 persen. Angka itu menurutnya jauh lebih kecil dibandingkan capaian besar yang berhasil diwujudkan pemerintah.

“Artinya program ini 99,99% berhasil, jadi di mana ada usaha manusia yang 99,99% berhasil dibilang gagal,” ujarnya.

Baca juga: Nasi Goreng Jadi Menu MBG di Hari Ultah ke-74 Prabowo

Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan evaluasi untuk mencegah terulangnya kasus serupa. Langkah perbaikan dilakukan mulai dari pengawasan dapur penyedia makanan hingga edukasi kebersihan bagi anak-anak di sekolah.

“Kita mau zero error kita mau zero defect walaupun sangat sulit tapi kita harus. Kita sudah perintahkan semua dapur harus punya alat-alat yang terbaik untuk membersihkan dan ini kita akan sempurnakan terus dan juga kita minta semua guru untuk anak-anak sebelum makan, cuci tangan yang benar kalau perlu harus diajarkan bagaimana makan pakai sendok,” ujar Prabowo.

Sebut MBG Besutannya Disorot Internasional

Prabowo juga menyinggung bagaimana dunia internasional kini menyoroti program MBG. Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi perhatian banyak lembaga global yang menilai langkah Indonesia patut dijadikan contoh bagi negara lain.

“Ini kita dibicarakan di dunia internasional seminggu yang lalu saya menerima rombongan dari Rockefeller Institute yang sudah bekerja 100 tahun di bidang pangan di bidang program anti kelaparan dan anti kemiskinan dan dia mengatakan program yang sedang dijalankan oleh Indonesia ini menjadi perhatian seluruh dunia,” ujar Prabowo.

Baca juga: 8 Masalah Utama Penyelenggaraan MBG Versi Ombudsman

Prabowo menuturkan, ketika Indonesia mulai menjalankan program MBG, baru 77 negara yang memiliki kebijakan serupa. Kini jumlahnya meningkat menjadi 112 negara, dan sebagian besar meniru model yang diadopsi oleh Indonesia.

“Kita mulai program MBG ini baru 77 negara yang melaksanakan kita waktu itu kalau tidak salah negara ke-79 sekarang sudah ada 112 negara dan sebagian besar ikut contoh kita,” ujarnya.

Di sisi lain, Prabowo menyampaikan bahwa jumlah dapur makan bergizi gratis atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mencapai 12.205 dapur yang tersebar di seluruh Indonesia. Jaringan ini sudah menyalurkan makanan kepada 36,2 juta penerima manfaat setiap harinya.

“Makan bergizi sudah mencapai 36,2 juta penerimaan manfaat artinya bangsa Indonesia artinya negaramu pemerintahmu sekarang mampu memberi makan kepada tujuh Singapura tiap hari,” ujar Prabowo.

Ia juga menegaskan dampak ekonomi yang muncul dari pelaksanaan MBG. Setiap dapur mempekerjakan puluhan warga sekitar dan menggandeng belasan pemasok bahan pangan dari desa.

“Masing-masing dapur mempekerjakan 50 orang dan dapat menimbulkan 15 supplier makanan di desa. Masing-masing supplier dapat mempekerjakan 5 sampai 10 pekerja tani. Ini prestasi yang tidak sedikit tidak kecil,” ujarnya.

Data JPPI Terkait Keracunan MBG

Namun, di tengah klaim keberhasilan itu, data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) justru menunjukkan peningkatan signifikan jumlah korban keracunan MBG dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan laporan yang diterima JPPI, terdapat 1.602 anak yang keracunan antara 13 hingga 19 Oktober 2025. Secara total, hingga 19 Oktober tercatat 13.168 anak menjadi korban keracunan program makan bergizi gratis ini.

“Jika ditotal, jumlah korban per 19 Oktober 2025 mencapai 13.168 anak,” ujar Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (19/10/2025) dikutip dari Tempo.

Ubaid menjelaskan, korban terbanyak berasal dari lima provinsi dengan angka tertinggi di Jawa Barat (549 anak). Disusul Daerah Istimewa Yogyakarta (491 anak), Jawa Tengah (270 anak), Sumatera Utara (99 anak), dan Nusa Tenggara Barat (84 anak).

Baca juga: Potensi Monopoli Ekonomi Program MBG

Dia menilai, klaim keberhasilan 99,9 persen yang disampaikan Prabowo tidak sejalan dengan fakta di lapangan.

“Bagi kami, klaim ini bukan bukti keberhasilan, melainkan tanda bahaya,” ucapnya.

Menurut Ubaid, pemerintah seolah menormalisasi masalah serius dalam tata kelola program. Ia menilai, angka kecil yang dipaparkan Prabowo justru menutupi kenyataan bahwa ribuan anak telah menjadi korban.

“Prabowo tampaknya lupa, di balik angka itu ada ribuan anak yang keracunan dan keselamatannya terancam,” ujarnya.

JPPI pun mendesak pemerintah menghentikan sementara penyaluran makanan dalam program MBG hingga seluruh dapur penyedia memenuhi standar keamanan pangan. “Utamakan keselamatan anak, jangan hanya kejar target dan klaim sukses,” ucapnya.

BGN Terbuka Dikritik

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyatakan pemerintah terbuka terhadap kritik dari masyarakat sipil dan menjadikannya bahan untuk memperbaiki sistem.

“Penilaian itu bisa menjadi pemacu semangat untuk berbuat lebih baik,” ujarnya.

Dengan perbedaan data yang cukup mencolok antara pemerintah dan pemantau pendidikan, perdebatan soal tingkat keberhasilan MBG masih akan berlanjut.

Bagi Prabowo, program ini adalah kebanggaan nasional yang patut dipertahankan.

Namun bagi kalangan pengawas pendidikan, angka ribuan anak yang keracunan tak bisa dianggap kecil . Sebab di balik persentase, ada nyawa yang mesti dilindungi.

Ikuti dan baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini.

keracunan mbg

makan bergizi gratis

MBG

Prabowo Subianto

presiden prabowo subianto

trending


Populer

Rangkuman Terkini Soal Banjir Besar di Sumut, Sumbar, dan Aceh
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami