Jurnalistika
Loading...

Kasus Mayat Dalam Sarung di Tangsel: Ponakan Sempat Bikin Skenario Usai Bunuh Pamannya

  • Arief Rahman

    15 Mei 2024 | 08:25 WIB

    Bagikan:

image

Pelaku berinisial FA (kanan) dan N saat diwawancarai oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Selasa (14/5/2024). (Foo: ANTARA/Ilham Kausar)

jurnalistika.id – Kepala Subdirektorat Reserse Mobile (Kasubdit Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully mengungkap, pelaku FA (23) sempat membuat skenario pembunuhan pamannya yang mayatnya dimasukkan di dalam sarung di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

Yudho berujar ide menyusun skenario itu muncul setelah membuang jenazah korban. Tepatnya ketika pelaku N yang masih berada di warung menghampiri FA dan berujar “Kalau nanti ada orang lain bertanya jangan cerita yang sebenarnya.”

Mendengar ucapan N, FA pun mengusulkan untuk membuat skenario jika ada yang menanyakan keberadaan korban. Yudho lalu menceritakan skenario yang disusun kedua pelaku.

“(Cerita skenarionya) pada hari Jumat tanggal 10 Mei 2024 pukul 15.00 WIB korban pergi ke Bali untuk menemui mantan karyawan bernama Syaiful karena memiliki hutang kepada korban yang belum diselesaikan dengan menggunakan satu unit mobil warna putih,” 

Baca juga: Pria di Ciputat Dibunuh Ponakan Sendiri, Mayat Dibungkus Sarung Dibuang di Pamulang

“Setelah itu dia pergi dengan menggunakan mobil tersebut, perihal tersebut jangan bilang-bilang ke orang rumah saya’,” kata Titus saat menyampaikan skenario yang didapat berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/5/2024).

Yudho menjelaskan, kedua pelaku sempat menceritakan skenario yang mereka karang kepada penyidik. Namun, keduanya diketahui berbohong setelah diperlihatkan CCTV.

“Tidak ada di CCTV tersebut mobil yang dibilang datang itu kan tidak ada. Hanya kelihatan dia lagi angkut karung itu, jadi mobil yang dibilang datang jam sekian-sekian itu kita cek di CCTV itu gak ada,” ujarnya.

Saat konferensi pers, pelaku FA mengaku menyesal telah menghabisi nyawa pamannya sendiri dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Polisi Ungkap Pembunuhan Mayat dalam Sarung

Sebelumnya, polisi mengungkap kasus seorang ponakan membunuh pamannya yang merupakan pemilik warung Madura di Kampung Dukuh, Ciputat. Mayat korban kemudian ditemukan di salah satu perumahan di Pamulang, Tangsel.

Saat melakukan aksinya, FA (23) dibantu oleh N (26). Motif kedua pelaku sama-sama sakit hati terhadap korban AH (32).

FA yang bekerja di warung Madura milik korban mengaku sakit hati karena dimarahi terus oleh sang paman. Sementara N sakit hati lantaran korban tidak memperbolehkan untuk ngutang rokok.

Baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini

kasus dayat dalam sarung

Pamulang

Tangsel


Konten Sponsor

Populer

3 Hakim MK Dissenting Opinion untuk Putusan Sengketa Pilpres 2024, Apa Itu?
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami